Sejak awal bertemu memang perasaanku biasa saja, tak ada menaruh rasa perhatian, tak ada rasa sayang, dan tak ada perasaan apa-apa. karena aku hanya berpikir aku hanya berteman sama dia tidak lebih,. tapi semua itu berubah saat kata-katanya membuat aku salah tingkah, kepedean, ngarep, pokoknya merasa paling berkesempatan lah untuk dapatkan dia.
“vi, aku duduk sama kamu ya?” kata temanku
“jangan, zainal sudah duduk disini duluan.” balas novi
Itulah kata-kata yang sampai saat ini aku ingat, dan tak akan aku lupakan sampai kapan pun. Aku merasa dia suka sama aku, entah kenapa aku agak sedikit Ge’er tapi memang begitu perasaanku saat itu.
Pada suatu hari, fahmi temanku sejak SMP dulu mencoba mencomblangkan/menyalamkan aku pada novi karena mungkin dia tau kalau aku mulai suka pada novi. tapi itu semua tanpa sepengetahuanku, tepatnya sih mereka diam-diam.
Fahmi pun mendatangi Novi, dan berkata “Novi, ada salam tu dari zainal, gi mana terima gak?” tanya fahmi. Novi pun hanya tersenyum malu tanpa mengatakan sepatah kata pun. lalu dia pergi meninggalkan fahmi.
Setelah fahmi melancarkan aksinya, diapun menghampiri aku dan memberitahu kalau fahmi menyalamkan aku sama novi. Aku hanya tersenyum malu, karena pada saat itu aku senag sekali jika Fahmi menyalamkan aku dengan Novi.
Didalam kelas aku jadi sering tersenyum sendirian, dan sesekali aku memandangi Novi begitu pun Novi sepertinya dia ceria sekali hari ini.. dan jika kami saling menatap kami pun tersenyum. jika mengingat itu semua aku hany dapat berkata Indahnya masa Sma dulu. seandainya bisa di ulang.
Pada hari jum’at kami ada jadwal olahraga, dan pada hari itu kami disuruh jalan stadion, karena kami setiap hari jum’at memiliki jadwal senam bareng dari kelas 1 sampai kelas 3 tepatnya di stadion, karena jarak stadion dan sekolahan kami dekat jadi kami disuruh jalan kaki saja. dan pada saat selesai olahraga merupakan saat yang paling indah, bahagia, menyenangkan pokoknya aku seperti orang yang baru dapat uang 1 milyar bukan 1 milyar tapi lebih, karena pada saat selesai olahraga novi merespon pertanyaan Fahmi kemarin dan dia berkata dia mau menjadi pacarku, sungguh suatu keajaiban aku sangat bersyukur sekali bisa berpacaran dengannya karena bisa dibilang menurut aku dia perempuan yang paling menarik, cantik dan ceria dikelas. betapa tidak dia juga merupakan cinta pertama aku (my first love).
Hari-harikupun berubah, aku selalu tersenyum dan bahagia karena sudah tidak sendiri lagi, karena aku sudah punya Novi. aku berharap sekali bisa baik-baik saja dengannya. karena ini merupakan cinta pertama aku, jadi aku agak malu-malu untuk bisa berdekatan dengannya karena Novi pada saat itu dia anaknya juga pemalu. sama seperti aku. Tapi aku tidak keberatan karena aku berpikir aku sudah memilikinya, dan tidaka ada yang dapat merubah itu.
Namun pada saat hubungan kami berjalan 5 hari, sesuatupun terjadi dia memutuskan aku, dengan alasan yang tidak sesuai sama sekali. Akupun tidak dapat berbuat banyak ak hanya terdiam dan menerima keadaan. Aku hany bisa bertanya-tanya kenapa dia memutuskan aku, saat aku tanya pada temannya, akupun sadar dan aku merasa bodoh sekali. karena biasanya aku sebelum pulang sekolah aku mengantarkan Yunita pulang dulu, baru aku menjemput Novi. kini aku tau ternyata Novi tidak suka itu aku sangat menyesalinya karena kebodohanku, aku melakukan itu semua ada alasannya, karena aku bisa jadian sama Novi karena jasa yunita juga dia jugalah yang mencomblangkan aku dengan Novi, jadi aku merasa berhutang budi sama dia.
Aku merasa Tuhan hanya memberiku waktu 5 hari untuk dapat jalan bersamanya, karena pada saat itu aku sangat bahagia sekali, tapi mungkin karena aku juga yang tidak bisa mengerti perasaanya kalau dia tidak suka dengan apa yang aku lakukan.
Kini hari-hari kami lewati dengan berdiaman, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua untuk berbicara kami bagai musuh bebuyutan yang tak bisa bersatu, yang bila ketemu selalu ada masalah. yang aku lakukan hanya berdiam diri saja meratapi nasib, karena aku tak bisa berbuat banyak, karena aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan, karena ini merupakan kali pertamanya kau berpacaran dan putus.
Namun pada suatu hari muncullah kesempatanku lagi untuk bisa balik dengannya, karena aku mendengar kabar bahwa dia mau kembali dengan aku, tapi itu hanya kabar, aku tidak tau yang sebenarnya. tapi teman-temanku menyarankan agar aku menembaknya/mengajak dia balikan lagi, akupun menyiapkan segalanya, seperti orang yang kebakaran jenggot akupun gelabakan bertanya kesana-kemari, menanyakan sesuatu yang bisa membantuku tapi semua jawaban hanya itu-itu saja, akupun bingung karena rencananya pada saat pulang sekolah aku ingin berbicara dengannya, tapi sungguh malng nasibku, kesalahan aku lakukan lagi, dan itu merupakan akhir dari cerita cintaku dengannya. sungguh dia manusia yang luar biasa dia mampu membuat aku tidak bergutik dihadapannya, aku hanya terpaku menatap wajahnya, dan akhirnya hilanglah kesempatanku. Karena rasa takutku aku tidak bisa bersamnya lagi. sungguh aku ini merupakan laki-laki yang sangat lemah bahkan lemah dibandingkan perempuan karena untuk berbicara dengan seorang wanita saja aku tidak bisa.
Hari-hari kami lewati dan sampai saat ini aku hanya bisa berteman dengannya saja, walau kami sudah kembali akrab seperti dulu sebagai teman.
Yang kulakukan hanyalah memohon, dan berdo’a agar Tuhan bisa membukakan pintu hatinya lagi untukku. dan aku tidak akan meyia-nyiakan kesemptan yang ada. aku sangat menyayanginya, dan sampai saat ini akupun masih mencintainya. karena jujur dengan waktu 5 hari kami berpacaran aku merasa sampai saat ini aku masih ada rasa yang besar untuknya. karena 5 hari untuk selamanya.
Bagi yang baca, Tolong kasih saran/masukan ya.. bisa gak ya kira-kira aku balik lagi dengannya.
zainal deDIcATeD to
my ex-girlfriend NoVi